Sabtu, 23 Juli 2011

Tuhan, Engkau buang kemana doa-doaku yang tak terjawab...???

pada 03 November 2009 jam 20:37



Ketika kumohon pada Allah kekuatan, Dia memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat.

Ketika kumohon pada Allah kebijaksanaan, Dia memberiku masalah untuk dapat kupecahkan.

Ketika kumohon pada Allah kesejahteraan, Dia memberiku akal untuk berfikir.

Ketika kumohon pada Allah keberanian, Dia memberiku kondisi bahaya untuk dapat kuatasi.

Ketika kumohon pada Allah sebuah cinta, Dia memberiku orang2 yang kesulitan untuk kutolong.

Ketika kumohon pada Allah bantuan, Dia memberiku kesempatan.

Aku tak pernah menerima apa yang kuminta, tapi aku menerima dari-Nya segala yang kubutuhkan. Doaku terjawab sudah........( Imam Ali bin Abi Thalib)

Perbincangan Hati Dua Saudara (2): AKU MARAH KAGUM PADAMU

pada 10 November 2009 jam 19:19



Aku Marah Kagum Padamu



Sebelum kau masuk ke liang bumi dan sebelum kau menaiki tangga ke langit lalu terpisah dari hidupku, selalu tak habis aku bertanya hingga liurku mengering dalam kepala: Mengapa begitu banyak simpanan ilmumu? Mengapa kau sibuk mengenal cinta Tuhanmu? Mengapa begitu dalam ujar-ujar yang tertulis dari penamu? dan Mengapa bisa kau mencapai hikmah itu? Seberapa luas pekerti pun budimu? Dan seberapa besar limpahan cintaNYA kau dapat ? Tak bisa aku mengira-ira.

Bak bunga kesturi yang selalu menyebarkan semerbak wangi taman surga, maka semua mahluk yang kau jumpai selalu mengingat tulus dari binar matamu, setiap materi yang tersentuh jemarimu berani hidup kembali, setiap mata memuji senyum dari ikhlasmu. Mereka mengajakmu, menyayangimu dan bersaudara denganmu, hingga terbuai damai bersama tanda keberadaanNYA. Kulihat adanya lisanmu tak lain hanya membuat mahluk merasa berharga.
Kalau kau telah dapatkan semuanya lalu dari manakah kau tau karun itu bertahta? Sedang yang ingin kupikirkan hanya kelezatan perut dan mata. Sedangkan tau pun aku tidak. Dengar pun aku tak. Jelas pun aku tak berkehendak. Beraninya kau menjadi mulia tanpa aku?

Bukankah aku tau atas siapa dirimu? Kau adalah ara yang hidup dari tengah kampung perawan. Bukankah kau lahir dalam tumpukan jerami lapuk bersama-sama aku? Bukankah bagus rambut dan kulitku pantasnya lebih darimu? Tapi mengapa aku selalu tau bahwa kau hanya memberi, mengawali, membangun, memperbaiki, menghiasi, mensyukuri.

Aku marah dan kesal karena banyak kulihat tanda kebaikan dalam tindak tandukmu. Bagiku itulah dosa-dosamu yang tak terampuni. Maka bukan aku kalau tak mengembalikanmu ke tengah kampung perawan dalam tumpukan jerami lapuk seperti asalku. Aku akan selalu ada untuk membuatmu bersedih dan menitikkan air mata hingga jatuh kebaikanmu dan layaklah kebodohan itu padamu. Itulah satu-satunya ungkapan penghormatan atas kekagumanku kepadamu.

Aku hanya mau engkau terduduk, terpuruk di tanah atau menjadi seperti seekor kelinci yang telah mati saja. Hingga kau tau bahwa yang duduk di atas tanah tak pernah terjatuh dan manusia seperti aku tak akan pernah menendang bangkai yang telah mati.
Aku hanya ingin kau mengerti sesak dadaku karena kagum padamu.

Perbincangan Hati Dua Saudara (1) : AKU TAKUT SENGATAN LIDAHMU

pada 10 November 2009 jam 18:58
Aku Takut Sengatan Lidahmu

Cukup sudah setelah ini mau apalagi
Bagaimana aku bisa lari dari cercaan dan cacian
sedangkan aku manusia biasa yang belajar bersama Tuhanku
Pedas dan pahit mengulit
Akan aku kubur dalam-dalam dengan mengatakan hanya yang diperintahkan Tuhaku padaku;
”Matilah kamu karena kemarahanmu itu.”

Aku laksana cadas yang harus berdiri meski butiran salju dingin menyelimuti
dan deburan ombak menghempasku.
Akan kuacuhkan sengatan lidahmu meski aku sanggup berlari menerjang gunung
Aku akan bangun meski kau jatuhkan aku dari langit terpuji ke bumi berbatu
Agar langit terpuji datang lagi menjemput hatiku
Agar bumi mulia menutup kembali liang kuburku
lalu menggantikan tangga indah untuk kunaiki.
Aku hanyalah potongan-potongan daging yang memenuhi mulut saudaraku
karena aku tetap mahluk hina yang sedang memperbaiki keabadian nanti.
Aku telah lama menjadi bangkai karena saudaraku mengikuti aibku
Aku ini bangkai maka mustahil mengangankan kemuliaan
Aku menjadi bangkai setelah penjagaan dan perisai saudaraku runtuh
Aku menjadi bangkai karena saudaraku menutupkan aibku untukku dan memeliharanya dariku
Aku menjadi bangkai karena saudaraku memuji-mujiku dihadapanku
dan membukakan aibku ketika ku tak ada


Berbahagialah orang-orang yang disibukkan oleh aibnya sendiri dan tidak sempat melihat aib orang lain (Imam Ali a.s).




AKU DAN KEDUA TANGANKU

pada 21 November 2009 jam 16:26


Pagi hari selalu kumulai kegiatan dengan tangan. menyibak selimut, mengambil air wudhu, membuka pintu, power on-in komputer,,, ..

Ya Alloh bagaimana caraku untuk mencukupkan syukur ini; sedemikian besar dan luas pekerjaan tanganku ini...

Terpekur aku dibuatnya, belum selesai juga pertanyaanku tentang rasa syukur tadi,- ketika tanganku membuka buku dan mataku mngetahui kata 'tangan, aidi' - yang Engkau lengkapkan kepadaku dan kepada semua mahluk ciptaanMU yg bernama manusia, - digunakan dengan 3 subjek: Alloh, manusia, malaikat... tapi yang kubaca hanya tangan manusia yang dikaitkan dengan 2 hal: kerusakan,al-fasad dan bencana,mushibah..



Astaghfirulahalaziim..
kugunakan tangan untuk menyimpan - menyimpan apa..sesuatu yang baikkah?,
kugunakan tanganku untuk mengambil..mengambil hakku kah?,
kugunakan tanganku untuk menulis..menulis yang bermanfaatkah?,
kugunakan tanganku untuk tandatangan..bisa baguskah dunia dengan tandatanganku?,
kugunakan tanganku untuk memegang pisau..mau apakah aku?,
kugunakan tanganku untuk membangun rumah, gedung..dipakai apa rumah, gedung itu?,
kugunakan tanganku untuk merobohkan..kenapa harus kurobohkan?,
kugunakan tanganku untuk bikin ramuan..ramuan apa?,
kugunakan tanganku untuk memegang uang..uang apa ini?,
kugunakan tanganku untuk menunjuk ..sudah benarkah?,
kugunakan tanganku untuk memberi..memberi manfaatkah?,
kugunakan tanganku untuk menimang..menimang siapakah?,
kugunakan tanganku untuk menghabisi..menghabisi kebhatilankah?,
kugunakan tanganku untuk menengadah..mau minta apakah dan kepada siapakah?,,,...

Menurut Qur'an kerusakan dan bencana di muka bumi, baik di darat maupun di laut, ditimbulkan oleh tangan manusia.... Ampuni kami ya Alloh,dan jagalah kedua tanganku ini dari pekerjaan dan kegiatan yang mudharat.



.....lalu mau apa lagi aku dengan tanganku ini??,,

PUISI DOAKU, doa puisiku

PUISI DOAKU, doa puisiku

31 Oktober 2009 jam 8:33
 
 
Raya kisah berpagi hariku..


Ceritakan untukku ketika raya terbuka keduanya dari mataku yg memejam
telah kuadili saat kutemukan seorang mahlukMU
Aku mohonkan segala nikmatan berpagi hari terjadi bersamanya
setiap saat dalam nafas sebanyak yang ENGKAU ketahui

Aku ingin merasai berpagi hari atas fitrah islam,
diatas kalimah ikhlas,
diatas agama nabi yang tercurahi kesempurnaan rahmat
dan diatas millah seorang bapa yang hanif
kami berpagi hari dan berpagi hari pula kerajaan yang tanpa sekutu itu

Raya aku ingin merasai berpagi hari bersama seorang mahlukMU
yang menguasai waktu di senja pasang dan waktu subuhku dengan kehangatan cinta
Kehangatan yang meratap menghiba pada buhulku

Kehangatan yang apabila telah naik lebih sepenggalahan
pun akan membisikkan kejahatan rindu yang biasa tersembunyi
Kesumat cintanya yang membisik-bisik ke dada manusiaMU bila ia merindu

Kehangatan yang ketika keduanya dari mataku ingin terpejam, malamMU akan mencurahiku dengan doa perlindungan

Raya dan inginku merasai kisah berpagi hari dalam kalimat cinta

Aku berlindung dengan Kerahmatan DZAT Yang Paling Welas Asih